• Tentang UGM
  • Tentang SPs
  • Pusat TI
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Geo-Informasi untuk Manajemen Bencana dan Perencanaan Spasial
Program Studi Magister Ilmu Lingkungan
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang
    • Sejarah
    • Visi Misi
    • Lokasi
  • Akademik
    • Dosen Pengajar
    • Mata Kuliah
    • Kalender Akademik
  • Kontak
  • Galeri
  • Beranda
  • Artikel
  • Kuliah Lapangan Banjarnegara, Pemahaman Secara Langsung Pengembangan Sumberdaya Lahan dan Wilayah pada Kawasan Rawan Bencana

Kuliah Lapangan Banjarnegara, Pemahaman Secara Langsung Pengembangan Sumberdaya Lahan dan Wilayah pada Kawasan Rawan Bencana

  • Artikel
  • 22 Desember 2025, 13.51
  • Oleh: Admin
  • 0

Minat Studi Geo-Informasi untuk Manajemen Bencana dan Perencanaan Spasial kembali melaksanakan kegiatan kuliah lapangan sebagai bentuk pendalaman materi pada mata kuliah Modul D Perencanaan Pengembangan Wilayah Berbasis Pengurangan Risiko Bencana. Kuliah lapangan ini dilaksanakan pada hari Kamis – Sabtu, 11 – 13 Desember 2025 di Kabupaten Banjarnegara dengan Dosen pembimbing Prof. Dr. Junun Sartohadi, M.Sc.

Kegiatan kuliah lapangan ini bertujuan supaya mahasiswa dapat mengidentifikasi dan menganalisis secara langsung faktor-faktor penyebab (geologi, topografi, hidrologi, tata guna lahan) serta mekanisme terjadinya bencana longsor yang telah terjadi di Banjarnegara. Mahasiswa mampu mengkaji dan mendokumentasikan dampak bencana longsor terhadap aspek sosial-ekonomi (permukiman, mata pencaharian), infrastruktur, dan lingkungan wilayah studi. Selain itu mahasiswa mampu mengidentifikasi dan mengkritisi berbagai strategi pengembangan wilayah dan pemanfaatan lahan yang telah/sedang diterapkan di wilayah rawan bencana, termasuk konsep relokasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi. Mahasiswa juga dapat mempelajari dan menganalisis berbagai upaya mitigasi bencana hidrometeorologis (khususnya yang memicu longsor) yang telah dilakukan, baik mitigasi struktural maupun non-struktural. Mahasiswa diharapkan juga dapat mengidentifikasi dan mengevaluasi teknik-teknik pengelolaan air permukaan (drainase) dan air tanah yang bertujuan untuk mengatur volume dan kecepatan aliran sehingga tidak memicu pergerakan massa tanah (longsor). Pada akhirnya mahasiswa dapat mengkaji peran pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), akademisi, dan partisipasi masyarakat dalam siklus manajemen bencana, mulai dari pra-bencana, saat bencana, hingga pasca-bencana.

Materi yang disampaikan dalam kuliah lapangan Banjarnegara sebagai berikut:

Pemahaman akan peta geologi yang merekam informasi bawah permukaan dan peta tanah yang merekam di atas permukaan harus dipahami secara komprehensif untuk memahami kondisi sumberdaya lahan dalam upaya analisis kebencanaan.

Wilayah kabupaten Banjarnegara di sekitar desa Ratamba merupakan wilayah dengan formasi batuan tersier yang sekitarnya ditumpangi formasi batuan quarter. Wilayah tersebut berciri memiliki potensi bencana longsor karena terdapat batuan tersier yang teksturnya liat, sementara batuan di atasnya menyerap air ehingga menjadi bidang gelincir.

Untuk menganalisis potensi bencana dapat dilihat pada alur-alur sungai pada suatu Daerah Aliran Sungai, pada kondisi Geologi seperti di Desa Ratamba, air lebih banyak diserap sehingga terbentuk alur sungai yang jarang yang memberikan ciri potensi longsor yang lebih besar. Pada alur-alur yang rapat, air dapat dengan baik dialirkan sehingga tidak terbentuk bidang gelincir.

Wilayah sekitar Desa Ratamba merupakan wilayah yang sudah selesai proses yang terjadi, tidak ada proses geologi yang terjadi, tinggal proses pelapukan, erosi dan pengendapan.

Kita dapat mengantisipasi kejadian longsor di Desa Ratamba dengan memperhatikan aliran yaitu dengan mengontrol volume dan kecepatan aliran.

Wilayah desa Pandanarum mengalami kejadian longsor yang cukup besar dan berdampak pada permukiman di dusun Situkung. Masyarakat direlokasi menuju tempat yang aman karena kerusakan yang parah pada rumah bahwa banyak rumah terbawa material longsor.

Potensi longsor dapat kembali terjadi pada lokasi yang sama, terutama apabila dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi.

 

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terakhir

  • Kuliah Lapangan Banjarnegara, Pemahaman Secara Langsung Pengembangan Sumberdaya Lahan dan Wilayah pada Kawasan Rawan Bencana
  • Kuliah Lapangan Bahaya Alam dan Pengembangan Sumber Daya
  • Minat Studi Geo-Informasi Mengkaji Pelaksanaan SPAB di DIY untuk Pendidikan Berkelanjutan
  • Kuliah Lapangan Pengenalan Morfologi Longsor di DAS Bompon
  • Pengenalan Peralatan Pengambilan Foto Udara di Kalisari, Magelang
Universitas Gadjah Mada

Sekretariat : Gedung Pascasarjana Lantai 3, Ruang 304,

Jl. Teknika Utara, Pogung, Sleman, Yogyakarta 55281
Telp : 0274 – 564239 (ext. 305)
HP : 0812 2718 2767 (Indri)
E-mail : geo-info.pasca@ugm.ac.id

Ig: geoinfo.ugm

© 2020 Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY