Wisuda bukan hanya akhir perjalanan akademik, tetapi juga awal kontribusi nyata bagi masyarakat. Hal ini dibuktikan oleh Husna Rafi Julias, S.P., M.Sc., lulusan Minat Studi Geo-Informasi untuk Manajemen Bencana dan Perencanaan Spasial. Melalui penelitiannya, ia berhasil mengungkap mekanisme tersembunyi pada longsor aktif di Magelang, Jawa Tengah. Fokus utamanya adalah memahami bagaimana longsor dapat aktif kembali tanpa disadari. Penelitian ini dibimbing oleh Prof. Dr.rer.nat. Junun Sartohadi, M.Sc.sebagai Pembimbing I dan Dr. Eng. Guruh Samodra, S.Si., M.Sc. sebagai Pembimbing II.
Penelitian ini memanfaatkan teknologi UAV-LiDAR untuk memetakan permukaan tanah secara detail. Rafi juga menggunakan pendekatan unik melalui analisis kemiringan batang pohon. Pohon-pohon yang miring menjadi indikator alami pergerakan tanah. Pola kemiringannya terbukti searah dengan pergerakan longsor.
Selain itu, metode Electrical Resistivity Tomography (ERT) digunakan untuk melihat kondisi bawah permukaan. Hasilnya menunjukkan adanya zona lemah yang jenuh air di dalam tanah. Zona ini memiliki nilai resistivitas rendah dan berperan sebagai bidang gelincir. Temuan ini memperkuat hubungan antara kondisi permukaan dan bawah tanah.

Gambar 1. Hasil penelitian Rafi yang mengintegrasikan analisis permukaan dan bawah permukaan pada longsor aktif
Temuan ini membawa dampak besar bagi upaya mitigasi bencana. Rafi menunjukkan bahwa pengelolaan air permukaan dapat menjadi solusi efektif untuk mengurangi risiko longsor. Pendekatan ini memungkinkan identifikasi zona rawan secara lebih akurat dan berbasis data. Penelitian ini juga membuka peluang penerapan teknologi serupa di berbagai wilayah rawan longsor di Indonesia. Dengan inovasi ini, diharapkan masyarakat dapat hidup lebih aman dan siap menghadapi bencana di masa depan.