Banjir rob bukan sekadar persoalan air laut yang masuk ke daratan. Di wilayah pesisir Semarang, ancaman tersebut semakin kompleks karena kenaikan muka air laut terjadi bersamaan dengan penurunan muka tanah. Kondisi tersebut menjadi fokus penelitian Sitti Nur Amalia Bau, S.Si., M.Sc., lulusan Magister Ilmu Lingkungan Minat Studi Geo-Informasi untuk Manajemen Bencana dan Perencanaan Spasial, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada.
Melalui tesis berjudul “Analisis Spasial Bahaya Banjir Rob Berdasarkan Skenario Perubahan Iklim dan Penurunan Muka Tanah di Wilayah Pesisir Semarang”, Amalia memproyeksikan perkembangan banjir rob pada periode 2025-2050. Penelitian tersebut dilaksanakan di bawah bimbingan Prof. Dr. Djati Mardiatno, S.Si., M.Si. sebagai pembimbing utama dan Dr. Nugroho Christanto, S.Si., M.Si. sebagai pembimbing pendamping.
