• Tentang UGM
  • Tentang SPs
  • Pusat TI
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Geo-Informasi untuk Manajemen Bencana dan Perencanaan Spasial
Program Studi Magister Ilmu Lingkungan
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang
    • Sejarah
    • Visi Misi
    • Lokasi
  • Akademik
    • Dosen Pengajar
    • Mata Kuliah
    • Kalender Akademik
  • Kontak
  • Galeri
  • Beranda
  • Artikel
  • Kuliah Lapangan Pengenalan Morfologi Longsor di DAS Bompon

Kuliah Lapangan Pengenalan Morfologi Longsor di DAS Bompon

  • Artikel
  • 9 Oktober 2025, 13.27
  • Oleh: Admin
  • 0

Mahasiswa Geo-Informasi untuk Manajemen Bencana dan Perencanaan Spasial melaksanakan kuliah lapangan dengan pembimbing Prof. Dr. Junun Sartohadi, M.Sc. pada 4 Oktober 2025 di DAS Bompon, Magelang. Kuliah lapangan dilaksanakan untuk menjelaskan proses terjadinya longsor dan perannya dalam penilaian bencana alam. Dengan kuliah lapangan ini mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi morfologi longsor secara langsung meliputi mahkota longsor, bidang gelincir, material endapan longsor; memahami proses geomorfologis yang unik di DAS Bompon dan memahami tingkat aktivitas longsor di DAS Bompon.

Secara teoretis, proses erosi dan transportasi material di sebuah lereng akan menghasilkan gradasi ukuran butir. Partikel yang lebih halus (seperti lempung dan lanau) akan lebih mudah terangkut oleh air, sementara partikel yang lebih kasar (seperti pasir, kerikil, hingga bongkah) akan cenderung tertinggal di bagian atas lereng atau bergerak lebih lambat. Dengan demikian, teori umum menyatakan bahwa: Material di lereng bagian atas seharusnya cenderung lebih kasar, dan material yang terendapkan di kaki lereng (hasil erosi) seharusnya didominasi oleh fraksi yang lebih halus.

Di lokasi studi, ditemukan bahwa material penyusun lereng bagian atas didominasi oleh material berbutir halus. Sebaliknya, material yang ditemukan di endapan bagian bawah lereng (hasil longsoran) justru bersifat lebih kasar. Fenomena ini mengindikasikan adanya proses geomorfologis yang lebih kompleks di wilayah ini. Hipotesis yang dapat dibangun dari temuan ini adalah:

  1. Material Dasar yang Halus: Material induk (batuan dasar atau tanah purba) di wilayah Bompon adalah material vulkanik berbutir halus. Material ini diduga berasal dari aktivitas vulkanik Gunung Api Tersier Kulon Progo yang lebih tua. Lapisan halus inilah yang menjadi material utama penyusun lereng.
  2. Adanya Lapisan Penutup yang Lebih Muda: Di atas lapisan material halus tersebut, terdapat endapan material yang lebih muda dan bersifat lebih kasar. Lapisan ini kemungkinan berasal dari proses vulkanik yang lebih baru atau hasil dari proses pelapukan batuan beku di sekitarnya.
  3. Proses Erosi yang Terjadi: Longsor dan erosi yang terjadi saat ini menggerus lapisan penutup yang kasar tersebut. Akibatnya, material yang longsor dan terendapkan di kaki lereng adalah material kasar yang lebih muda, sementara material halus yang lebih tua masih tersingkap di lereng bagian atas.

Selain itu, analisis morfologi melalui Digital Elevation Model (DEM) dapat digunakan untuk mengidentifikasi tingkat aktivitas longsor. Morfologi yang terlihat kasar, bergelombang, dan tidak beraturan pada citra DEM sering kali menjadi indikasi bahwa wilayah tersebut mengalami proses gerakan massa yang masih aktif atau baru saja terjadi. Analisis data DEM di wilayah studi menunjukkan morfologi yang sangat kasar dan tidak teratur. Kenampakan ini mengonfirmasi pengamatan visual di lapangan bahwa terdapat banyak sekali jejak longsoran. Tekstur kasar pada DEM ini menjadi penanda kuat bahwa proses gerakan massa di Bompon masih sangat aktif dan berpotensi terus terjadi, terutama saat curah hujan tinggi. Kombinasi antara material halus yang mudah jenuh air di lapisan bawah dengan material kasar yang lebih permeabel di atasnya dapat menciptakan bidang gelincir yang memicu longsor.

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terakhir

  • Kuliah Lapangan Banjarnegara, Pemahaman Secara Langsung Pengembangan Sumberdaya Lahan dan Wilayah pada Kawasan Rawan Bencana
  • Kuliah Lapangan Bahaya Alam dan Pengembangan Sumber Daya
  • Minat Studi Geo-Informasi Mengkaji Pelaksanaan SPAB di DIY untuk Pendidikan Berkelanjutan
  • Kuliah Lapangan Pengenalan Morfologi Longsor di DAS Bompon
  • Pengenalan Peralatan Pengambilan Foto Udara di Kalisari, Magelang
Universitas Gadjah Mada

Sekretariat : Gedung Pascasarjana Lantai 3, Ruang 304,

Jl. Teknika Utara, Pogung, Sleman, Yogyakarta 55281
Telp : 0274 – 564239 (ext. 305)
HP : 0812 2718 2767 (Indri)
E-mail : geo-info.pasca@ugm.ac.id

Ig: geoinfo.ugm

© 2020 Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY