Sragen – Sebuah penelitian komprehensif mengungkapkan bahwa fenomena iklim global memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan vegetasi dan produktivitas padi di Kabupaten Sragen, menjadi perhatian penting dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya SDG 2 tentang Zero Hunger dan SDG 13 tentang Climate Action. Penelitian yang menganalisis data tahun 2015, 2018, dan 2022 ini menggunakan teknologi penginderaan jauh melalui Vegetation Health Index (VHI) dan Standardized Precipitation Index (SPI).
Minat Studi Geo-Informasi untuk Manajemen Bencana dan Perencanaan Spasial melaksanakan kegiatan kuliah lapangan pada hari Rabu, 14 Januari 2026 di Sungai Code, Kota Yogyakarta dengan Dosen Pembimbing Prof. Ir. Bakti Setiawan, M.A., Ph.D.
Kegiatan kuliah lapangan ini memberikan pemahaman mahasiswa terkait karakteristik fisik – spasial, dinamika lahan – ekonomi dan aspek social- budaya Sungai Code.
1. Karakteristik Fisik dan Spasial
Tipologi Kepadatan: Kawasan Code memiliki kepadatan bangunan yang sangat tinggi. Berbeda dengan model hunian vertikal di China, kepadatan di sini bersifat horizontal. Meskipun secara visual sangat padat, jumlah individu per bangunan tidak sebanyak pada apartemen/rusun di China.
Minat Studi Geo-Informasi untuk Manajemen Bencana dan Perencanaan Spasial kembali melaksanakan kegiatan kuliah lapangan sebagai bentuk pendalaman materi pada mata kuliah Modul D Perencanaan Pengembangan Wilayah Berbasis Pengurangan Risiko Bencana. Kuliah lapangan ini dilaksanakan pada hari Kamis – Sabtu, 11 – 13 Desember 2025 di Kabupaten Banjarnegara dengan Dosen pembimbing Prof. Dr. Junun Sartohadi, M.Sc.
Kegiatan kuliah lapangan ini bertujuan supaya mahasiswa dapat mengidentifikasi dan menganalisis secara langsung faktor-faktor penyebab (geologi, topografi, hidrologi, tata guna lahan) serta mekanisme terjadinya bencana longsor yang telah terjadi di Banjarnegara. Mahasiswa mampu mengkaji dan mendokumentasikan dampak bencana longsor terhadap aspek sosial-ekonomi (permukiman, mata pencaharian), infrastruktur, dan lingkungan wilayah studi. Selain itu mahasiswa mampu mengidentifikasi dan mengkritisi berbagai strategi pengembangan wilayah dan pemanfaatan lahan yang telah/sedang diterapkan di wilayah rawan bencana, termasuk konsep relokasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi. Mahasiswa juga dapat mempelajari dan menganalisis berbagai upaya mitigasi bencana hidrometeorologis (khususnya yang memicu longsor) yang telah dilakukan, baik mitigasi struktural maupun non-struktural. Mahasiswa diharapkan juga dapat mengidentifikasi dan mengevaluasi teknik-teknik pengelolaan air permukaan (drainase) dan air tanah yang bertujuan untuk mengatur volume dan kecepatan aliran sehingga tidak memicu pergerakan massa tanah (longsor). Pada akhirnya mahasiswa dapat mengkaji peran pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), akademisi, dan partisipasi masyarakat dalam siklus manajemen bencana, mulai dari pra-bencana, saat bencana, hingga pasca-bencana.

Sabtu, 22 November 2025 mahasiswa Minat Studi Geo-Informasi untuk Manajemen Bencana dan Perencanaan Spasial melaksanakan kegiatan kuliah lapangan sebagai bentuk pendalaman materi pada mata kuliah Modul C: Bahaya Alam dan Pengembangan Sumber Daya. Kuliah lapangan bertempat di Wisdom Park UGM dengan Dosen pendamping Dr. Nugroho Christanto, S.Si., M.Si. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penjelasan secara langsung mengenai proses implementasi Natural Based Solution dan Ecological Based Adaptation dalam upaya mitigasi bencana dan mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi potensi bahaya alam dan solusi adaptasi berbasis ekologi di suatu wilayah.
Minat Studi Geo-Informasi untuk Manajemen Bencana dan Perencanaan Spasial, Sekolah Pascasarjana, melaksanakan rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dalam skema Pendidikan bagi Pembangunan Berkelanjutan (Education for Sustainable Development) tahun 2025. Kegiatan ini diketuai oleh Dr. rer. nat. Muhammad Anggri Setiawan, M.Si., dengan anggota tim pengusul Dr. Nugroho Christanto, S.Si., M.Sc., Dr. rer. nat. Arry Retnowati, S.Si., M.Sc., dan Akbar Akhmad, S.Si. Program ini bertujuan memperkuat percepatan implementasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui pendekatan riset partisipatif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan pendidikan. Kegiatan ini sekaligus menjadi kontribusi akademik UGM terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin keempat, yaitu Quality Education atau pendidikan bermutu. Melalui kegiatan ini, UGM mendorong penerapan pendidikan yang inklusif, adaptif, dan tangguh terhadap risiko bencana di lingkungan sekolah.
Mahasiswa Geo-Informasi untuk Manajemen Bencana dan Perencanaan Spasial melaksanakan kuliah lapangan dengan pembimbing Prof. Dr. Junun Sartohadi, M.Sc. pada 4 Oktober 2025 di DAS Bompon, Magelang. Kuliah lapangan dilaksanakan untuk menjelaskan proses terjadinya longsor dan perannya dalam penilaian bencana alam. Dengan kuliah lapangan ini mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi morfologi longsor secara langsung meliputi mahkota longsor, bidang gelincir, material endapan longsor; memahami proses geomorfologis yang unik di DAS Bompon dan memahami tingkat aktivitas longsor di DAS Bompon.
Sabtu, 26 April 2025 mahasiswa Geo-Informasi untuk Manajemen Bencana dan Perencanaan Spasial melaksanakan kuliah lapangan di Kalisari, Margoyoso, Salaman, Magelang. Tujuan dari kuliah lapangan tersebut adalah memperkenalkan alat survei dan mempraktekkannya. Dosen yang mendampingi yaitu Prof. Dr. rer. nat. Junun Sartohadi, M.Sc., Dr. Eng. Guruh Samodra, S.Si., M.Sc., Dr. Muhammad Anggri Setiawan, S.Si., M.Si. dan, Dr.rer.nat. Arry Retnowati, S.Si., M.Sc. Mahasiswa mempraktekkan Drone Phantom 4 Pro dan Drone Mavic 3 Enterprise, serta GPS Geodetik. Pemotretan menggunakan drone dilakukan dengan membuat jalur terbang wilayah kajian sehingga menghasilkan data foto udara. Sebelum dilakukan pemotretan, dilakukan pengukuran GPS Geodetik yang digunakan untuk mengkoreksi sehingga dihasilkan foto udara yang presisi.

Untuk melakukan pendaftaran Program Pascasarjana, silakan membuat akun pendaftaran klik disini
Pada bulan Juni hingga Agustus, telah dilaksanakan penelitian oleh tim peneliti dari Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) yang diketuai oleh Bayu D. A. Nugroho, M.Agr., Ph.D. yang mengangkat tema penilaian potensi lahan pada lembah dolina di kawasan karst Gunungsewu untuk mendukung pengembangan pertanian di daerah karst. Penelitian ini dibiayai oleh Hibah Penelitian Dosen Sekolah Pascasarjana UGM tahun 2024.
Kawasan karst Gunungkidul dianggap marjinal akibat keterbatasan air yang menyebabkan budidaya pertanian kurang optimal. Kondisi ini berdampak langsung pada ekonomi masyarakat setempat dan mengancam ketahanan pangan lokal. Namun, lembah dolina di wilayah ini memiliki potensi lahan yang menarik untuk dikembangkan guna mendukung keberlanjutan pertanian di kawasan karst.

Untuk melakukan pendaftaran Program Pascasarjana, silakan membuat akun pendaftaran klik disini