Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi akibat kondisi geografis, geologis, hidrometeorologis, dan dinamika perubahan iklim yang terus berkembang. Berbagai kejadian bencana yang terjadi di Indonesia menunjukkan pentingnya penguatan kapasitas masyarakat, tata kelola risiko bencana, serta kolaborasi multipihak dalam upaya pengurangan risiko bencana secara berkelanjutan. Dalam rangka memperingati 20 tahun peristiwa Gempabumi Yogyakarta tahun 2006, Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) DIY menyelenggarakan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Kebencanaan ke-9 Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi akademisi, peneliti, praktisi, pemerintah, komunitas, lembaga kemanusiaan, dan sektor swasta untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, inovasi, serta praktik baik dalam bidang kebencanaan dan perubahan iklim.
Berita
Longsor koseismik merupakan bahaya sekunder signifikan yang dipicu oleh getaran gempabumi, di mana guncangan seismik berinteraksi dengan kondisi lereng hingga menurunkan kuat geser material dan melampaui ambang batas kestabilannya. Berdasarkan studi kasus rangkaian gempa Lombok tahun 2018, tercatat sebanyak 3.941 kejadian longsor yang berkembang secara dinamis mengikuti urutan gempa utama bermagnitudo hingga 6,9 Mw. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebaran longsor terkonsentrasi kuat di bagian Utara Pulau Lombok, membentuk “sabuk” kerawanan tinggi di sekitar Kompleks Gunungapi Rinjani, khususnya di Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur. Dinamika ini mencerminkan adanya proses pelemahan lereng yang progresif, di mana guncangan awal menurunkan stabilitas material vulkanik sehingga memicu keruntuhan yang lebih masif dan meluas pada peristiwa seismik susulan.
Mahasiswa Minat Studi Geo-Informasi untuk Manajemen Bencana dan Perencanaan Spasial, Jihan Dwi Islami menunjukkan kontribusi aktifnya di tingkat internasional melalui partisipasi dalam forum ilmiah global. Kegiatan ini dilaksanakan pada 25 April 2026 di National Changhua University of Education, Taiwan, dalam rangka 2026 Annual Conference of the Geographical Society of China (Taiwan) yang mengusung tema “Resilient Society & Geographical Practices.” Keikutsertaan mahasiswa dalam konferensi ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas akademik serta peningkatan daya saing global lulusan, khususnya dalam bidang geo-informasi untuk manajemen bencana dan perencanaan spasial. Forum ini dihadiri oleh akademisi, peneliti, serta praktisi dari berbagai negara, sehingga menjadi ruang strategis untuk bertukar gagasan, memperluas wawasan keilmuan, serta menjalin kolaborasi riset lintas institusi.
Minat Studi Geo-Informasi untuk Manajemen Bencana dan Perencanaan Spasial, Sekolah Pascasarjana, melaksanakan rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dalam skema Pendidikan bagi Pembangunan Berkelanjutan (Education for Sustainable Development) tahun 2025. Kegiatan ini diketuai oleh Dr. rer. nat. Muhammad Anggri Setiawan, M.Si., dengan anggota tim pengusul Dr. Nugroho Christanto, S.Si., M.Sc., Dr. rer. nat. Arry Retnowati, S.Si., M.Sc., dan Akbar Akhmad, S.Si. Program ini bertujuan memperkuat percepatan implementasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui pendekatan riset partisipatif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan pendidikan. Kegiatan ini sekaligus menjadi kontribusi akademik UGM terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin keempat, yaitu Quality Education atau pendidikan bermutu. Melalui kegiatan ini, UGM mendorong penerapan pendidikan yang inklusif, adaptif, dan tangguh terhadap risiko bencana di lingkungan sekolah.
Sabtu, 26 April 2025 mahasiswa Geo-Informasi untuk Manajemen Bencana dan Perencanaan Spasial melaksanakan kuliah lapangan di Kalisari, Margoyoso, Salaman, Magelang. Tujuan dari kuliah lapangan tersebut adalah memperkenalkan alat survei dan mempraktekkannya. Dosen yang mendampingi yaitu Prof. Dr. rer. nat. Junun Sartohadi, M.Sc., Dr. Eng. Guruh Samodra, S.Si., M.Sc., Dr. Muhammad Anggri Setiawan, S.Si., M.Si. dan, Dr.rer.nat. Arry Retnowati, S.Si., M.Sc. Mahasiswa mempraktekkan Drone Phantom 4 Pro dan Drone Mavic 3 Enterprise, serta GPS Geodetik. Pemotretan menggunakan drone dilakukan dengan membuat jalur terbang wilayah kajian sehingga menghasilkan data foto udara. Sebelum dilakukan pemotretan, dilakukan pengukuran GPS Geodetik yang digunakan untuk mengkoreksi sehingga dihasilkan foto udara yang presisi.
Pada hari Kamis, 18 Maret 2021, dilaksanakan kegiatan lapangan bagi mahasiswa Geo-Informasi angkatan ke-16, di Lapangan Ganjuran, Kelurahan Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kepada mahasiswa tentang peralatan yang digunakan dalam survei foto udara. Meskipun dilaksanakan dalam suasana pandemi, kegiatan lapangan kali ini berjalan lancar dengan pelaksanaan protokol kesehatan yang baik.
Para dosen yang hadir mendampingi kegiatan ini adalah Dr.rer.nat Muhammad Anggri Setiawan, M.Si, dan Dr. Eng. Guruh Samodra, S.Si., M.Sc. Pengisi materi pelatihan adalah teman-teman dari Geo Art Science (GAS), salah satu tim konsultan dari Yogyakarta yang berfokus pada kegiatan pengambilan data foto udara.
Kondisi pandemi COVID-19 membuat perkuliahan di minat studi Geo-Info tidak memungkinkan untuk dilakukan di dalam kelas. Adaptasi perkuliahan di Geo-Info dilakukan dengan merubah sistem perkuliahan tatap muka menjadi sistem perkuliahan dalam jaringan (daring) melalui berbagai macam aplikasi video conference. Sejak awal ajaran baru tahun 2020, pembelajaran dilakukan dengan jarak jauh. Oleh karena itu, banyak dari mahasiswa Geo-Info angkatan ke-16 yang memilih untuk mengikuti perkuliahan dari tempatnya masing-masing.
Minat Studi Geo-Info menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan (diklat) Disaster Management Planning Angkatan XI yang dibuka pada tanggal 12 Oktober 2020. Kegiatan diklat dilaksanakan secara daring dengan menggunakan aplikasi Zoom pada tanggal 12-23 Oktober 2020 . Diklat ini dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama Sekolah Pascasarjana UGM Dr. Hilda Ismail, Apt., M.Si., Pengelola Minat Studi Geo-Info Prof. Dr. Junun Sartohadi, M.Sc., dan Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Pusbindiklatren Bappenas Wignyo Adoyoso, S.Sos,. M.A., Ph.D.
Pada hari Kamis, 5 Maret 2020, Program Studi Minat Geoinformasi untuk Manajemen Bencana kembali mengadakan kegiatan lapangan berupa Field Work di Desa Selopamioro, Imogiri, Bantul. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan penggunaan alat survei yang mendukung penelitian di bidang geoinformasi kepada mahasiswa. Field Work dilaksanakan bersama dosen pengajar antara lain Dr.rer.nat Muhammad Anggri Setiawan, M.Si, Dr. Eng. Guruh Samodra, S.Si., M.Sc., dan Dr. Ngadisih, STP., M.Sc. dibantu oleh asisten dari tim surveyor berpengalaman. Alat-alat survei yang dikenalkan kepada mahasiswa adalah GPS Geodetik beserta kelengkapannya dan UAV untuk pemotretan udara. Akan tetapi, karena faktor cuaca yang kurang mendukung pemotretan menggunakan UAV tidak dilaksanakan sehingga kegiatan hanya fokus pada pengukuran koordinat detail menggunakan GPS Geodetik.
Program Studi Minat Geoinformasi untuk Manajemen Bencana, Universitas Gadjah Mada mengadakan Kuliah lapangan 4 melanjutkan Kuliah Lapangan sebelumnya yaitu identifikasi objek penelitian bagi para mahasiswa selama dua hari pada tanggal 21-22 Januari 2020. Wilayah yang menjadi objek observasi pada Kuliah lapangan ini meliputi empat Kabupaten yaitu Bantul, Kulon Progo, Purworejo, dan Magelang. Kuliah Lapangan dibimbing langsung oleh Prof. Dr. Junun Sartohadi, M.Sc. dan Dr.rer.nat Muhammad Anggri Setiawan, M.Si. Pada hari pertama mahasiswa batch 15 Program Studi Minat Geoinformasi beserta dosen mengunjungi Laboratorium Geospasial yang berada di Parangtritis, Bantul dan melihat beberapa koleksi yang dimiliki oleh Laboratorium serta menyaksikan video dokumenter tentang Gumuk Pasir. Observasi dilanjutkan ke lokasi Embung Bembem yang terletak di Purwosari, Gunung Kidul dan kemudian menuju Bandara baru YIA di Kulon Progo. Hari pertama diakhiri dengan kunjungan peserta Kuliah Lapangan ke Bappeda Kabupaten Purworejo dan langsung menuju Laboratorium Alam, Bompon, Magelang untuk bermalam serta mempersiapkan kegiatan pada hari berikutnya.